Membuat Vector Yang Diterima Shutterstock dan Agen Microstock Lainya - Bermicrostock dengan Inkscape


Kali ini akan membahas tentang panduan teknis file vector (*eps) yang diterima oleh agensi-agensi microstok. Mengenai panduan teknis file foto dan footage video akan dibahas dilain kesempatan. Mungkin nanti saat suryodiningart juga bermicrostock di sektor foto dan footage, karena pada saat ini masih fokus di vector, hehe.

Buat vector yang baik dan benar


Sebagai produsen yang menciptakan dan menjual sebuah produk, kita harus pastikan bahwa produk kita bisa berfungsi dengan baik di tangan konsumen. Begitu juga dengan file yang akan kita jual di pasar microstock, dimana konsumennya berasal dari berbagai penjuru dunia dan software yang mereka pakai juga berbeda-beda. Pastikan file yang akan kita jual dapat terbuka di software apapun yang konsumen pakai, dengan kata lain file harus murni vector.
Untuk bisa membuat vector yang murni, kamu perlu mengikuti beberapa aturan dan larangan saat membuat karya vector di inkscape. Berikut aturan dan larangannya :

Taati aturan berikut :
1. Artwork sesuai dengan artboard
2. Stroke diexpand
3. Font diexpand
4. Layer tidak terkunci

Jauhi larangan berikut :
1. Path tidak boleh terbuka, rusak, dll.
2. Tidak boleh ada bitmap.
3. Tidak boleh ada efek transparan, shadow, blur, mesh, pattern.
4. Ukuran file tidak boleh diatas 15MB.

Dibawah ini akan diuraikan satu-persatu aturan dan larangannya kalau kamu juga terbiasa membuat karya vector menggunakan software opensource Inkscape.
Mungkin beberapa larangan ini tidak semua berlaku di software lain selain inkscape, artinya ada beberapa poin larangan yang boleh digunakan. Misalnya pada software pengolah vector lainnya seperti Adobe Illustrator CC yang sudah bisa ekspor ekstensi EPS versi 8 sampai versi 10.
EPS 8 dan EPS 10 versi illustrator merupakan standar eps yang dibutuhkan di hampir semua agensi microstock, dimana eps versi tinggi ini mendukung beberapa effek seperti mesh, dll.
Buat kamu yang terbiasa membuat karya menggunakan Adobe Illustrator dan paham betul mengenai efek apa saja yang mendukung pada ekstensi eps ini bisa bantu jelaskan di komentar yah, saya tidak tahu pasti karena saya belum bisa berkarya menggunakan Adobe Illustrator (Semoga suatu saat bisa berlanggan produk-produknya Adobe :D *ngarep).

Ya, EPS 8 dan EPS 10 versi illustrator adalah standar eps yang dibutuhkan di hampir semua agensi microstock, ini diperkuat saat saya mensubmit karya di agen shutterstock dan mendapati bahwa karya atau file eps saya direject (ditolak) dengan alasan "EPS file must be compatible with Illustrator version 8 or 10."
Dari sini saya beranggapan (bisa setuju/bisa tidak), kalau setiap agensi microstock mewajibkan karya vector harus berekstensi EPS 8 dan EPS 10 versi illustrator adalah karena mungkin kebanyakan pembeli-pembeli di microstock menggunakan software Adobe Illustrator untuk membuka file vector yang telah mereka beli.
Kesimpulan saya, dengan software vector apapun karya vector dibuat, hasil akhirnya (eps) harus bisa dibuka dengan sempurna pada software Adobe Illustrator. Jadi, kalau kamu membuat karya vector dengan menggunakan software vector selain Adobe Illustrator (misal : inkscape, coreldraw), agar hasil karya vector eps benar-benar bisa dibuka oleh Adobe Illustrator pasti ada pakem-pakem yang perlu diperhatikan.
Seperti pada posting kali ini yang akan menjelaskan poin-poin penting dalam bermicrostock dengan inkscape. Mungkin biar lengkap saya harus membuat juga postingan mengenai : bermicrostock dengan CorelDraw, bermicrostock dengan Affinity Designer, bermicrostock dengan Freehand,dll... hahaha,,, bisa?.. (tanya pada diri sendiri) :D

Bermicrostock dengan inkscape - Aturan

1. Artwork harus pas dengan artboard
Buat ukuran halaman (page size) atau ini sering disebut dengan Artboard dengan ukuran yang cukup kecil, untuk meminimalisir besar file.
  1. Klik "File"
  2. Klik "Document Properties... (shift+ctrl+D)"
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Saran buatlah dibawah 1.000px x 1.000px kalau kamu ingin membuat karya dengan bentuk kotak, kalau kamu ingin membuat bentuk landscape atau portrait (misal banner dan flyer) buatlah ukuran yang terpanjang dengan ukuran dibawah 1.000px.
Ini sepenuhnya sesuai dengan selera kamu, intinya semakin tinggi ukuran artboard, bisa jadi ukuran file akan membengkak.
  1. Setelah jendela document properti terbuka, ganti unitnya ke px 
  2. Masukan ukuran halaman pada bagian custom size. Disini saya membuat artboard dengan ukuran 800px x 800px.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Selesai membuat Artboard, kamu bisa bebas mendesain atau membuat karya apapun yang ingin kamu buat diatas artboard, tapi pastikan karya kamu tidak melebihi ukuran Artboard yang sudah kamu buat. Lebih baik kamu membuat desain atau karya dengan ukuran yang sama persis dengan artboard. Sarannya adalah, setelah membuat artboard langsung buatlah sebuah background dengan Rectangle Tool sesuai dengan ukuran artboard. Untuk lebih mudah saat membuat background gunakan Guide. 
  1. Klik "Edit"
  2. Klik "Create Guides Arround the Page"
  3. Pilih Rectangle Tool dan klik disalah satu sudut artboard lalu tahan dan tarik ke bagian bawah artboard secara diagonal
  4. Dan pastikan pada kolom ukuran lebar dan tinggi sudah sesuai
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Selesai.
Tips, misal kamu ingin membuat desain flyer dengan ukuran a4 (21cm x 29,7cm) dalam satuan pixel, ukurannya bisa diatas 1.000px. Kamu gak harus menggunakan ukuran pas seperti ini, kamu bisa merubah ukuran tersebut menjadi lebih kecil lagi dengan tetap mempertahankan proporsi. Sehingga nantinya kalau konsumen ingin merubahnya kembali ke ukuran a4, hasilnya bisa kembali pas dengan ukuran a4. Cara merubah ukuran dengan mempertahankan proporsi adalah :
  1. Dengan klik anak panah ditiap sudut objek yang ingin di ubah ukurannya, lalu tahan dan tarik (drag) ke bagian bawah secara diagonal 
  2. Dengan mengunci gembok terlebih dahulu, lalu input langsung nilai ukuran disalah satu kolom lebar atau tinggi sesuai keinginan 
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

2. Stroke harus di expand atau jadi path
Setelah membuat artboard dan background dengan ukuran yang pas, kamu bisa melanjutkan membuat karya. Kalau desain atau karyamu mengharuskan adanya Lineout/Stroke, kamu perlu mengubah Stroke tersebut menjadi tidak aktif atau diexpand (Ai), Convert (CorelDraw) dan dalam bahasa inkscape disebut Stroke to Path.
Caranya :
  1. Klik Objek Stroke
  2. Klik "Path"
  3. Klik "Stroke to Path (ctrl+alt+C)"
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas
Sebenarnya meng-expand stroke ini tidak diharuskan, karena stroke yang aktif juga bisa terbaca di software vetor lainnya. Hanya saja untuk jaga-jaga siapa tahu lineout yang telah kamu buat berubah ukurannya kalau dibuka di lain software, kan desainmu bisa jadi terlihat kurang bagus kalau stroke/lineoutnya terlalu tebal.

3. Font harus di expand atau jadi path
Begitu juga dengan font, kalau kamu ingin menambahkan tulisan pada karya dengan tujuan mempercantik tampilan. Maka kamu juga perlu meng-expandnya atau merubahnya menjadi path, apalagi font yang kamu gunakan termasuk unik dan gak semua orang memiliki font yang sama.

Jadi kalau kamu menjual desain dimana ada font yang masih aktif bisa jadi gaya fontnya akan berubah ketika diterima oleh konsumen (missing font). Kecuali kamu juga menyertakan fontnya, tapi kamu gak boleh sembarang menyertakan font. Font juga karya yang memiliki hak cipta, kalau kamu melakukannya tanpa mengetahui lisensi dari font tersebut, kamu bisa saja kena pelanggaran hak cipta. Solusinya sertakan saja link download dari font yang digunakan pada karya, dan gunakanlah font yang 100% bebas komersil, seperti Google Font.
Eit, tapi pola seperti ini hanya berlaku ketika kamu menjual karya di luar bisnis microstock. Kalau karyanya akan diupload di agen-agen microstock, maka fontnya wajib di non-aktifkan (expand, convert, object font to path)
Caranya hampir sama dengan meng-expand stroke :
  1. Klik Objek Font
  2. Klik "Path"
  3. Klik "Object to Path"
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas
Font dari kata atau kalimat (contoh : HAPPY) yang telah di Object to Path pada inkscape akan menjadi objek path yang ter-group, kalau kamu meng-ungroupnya maka objek akan terpisah dan menjadi objek path per masing-masing huruf (contoh : H..A..P..P..Y).

4. Layer harus terbuka
Kalau karya vector kamu sudah selesai dibuat, dimana sebelumnya kamu membuat karya dengan cukup rapih dengan menggunakan layer. Maka kamu perlu memperhatikan layer yang kamu buat, pastikan layer-layer dalam kondisi tidak terkunci.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Bermicrostock dengan inkscape - Larangan

1. Path tidak boleh rusak
a. Sambung open path!
Kalau karya vector kamu ada objek dengan path yang tidak tersambung seperti dibawah ini, maka kamu harus menyambungnya.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

b. Rapihkan path tumpang tindih!
Juga path yang tumpang tindih seperti ini, kamu harus merapihkannya.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

c. Buang path tidak penting!
Dan sisa-sisa path yang tidak penting seperti ini, hapus!.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

2. Tidak boleh ada Bitmap
Jangan masukkan file foto, hapus objek bitmap/raster seperti sketsa, dll.

3. Tidak boleh ada efek Transparansi / Opacity
Di inkscape kamu tidak harus menggunakan efek transparansi atau opacity, karena pada saat hasil akhir vector epsnya dibuka di Adobe Illustrator objek yang ditransparansi tadi akan kembali normal menjadi warna yang solid. Kalau kamu menggunakan efek transparansi dengan tujuan ingin menampilkan warna gradasi dari dua objek yang bertumpuk, kamu bisa gunakan tool gradient dan gunakan warna yang sama dengan warna objek yang ada dibawahnya dengan bantuan dropper.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

4. Tidak boleh ada efek Shadow
Drop sahdow merupakan efek favorit saya dalam membuat design, menu ini bisa kamu temukan pada Filters > Shadows and Glows > Drop Shadow. Namun sayang kamu gak bisa menggunakan efek ini secara mentah dari inkscape langsung. Alasannya sama, karena pada saat hasil akhir vector epsnya dibuka di Adobe Illustrator objek yang diberi shadow akan normal tanpa shadow, atau bisa jadi shadownya akan menjadi bitmap, dan bitmap adalah hal yang paling haram dalam dunia vector microstock.
Alternatifnya bisa gunakan tekhnik blend, dalam inkscape ini disebut Interpolate.
Berikut Langkah-langkahnya:

  1. Duplicate objek yang ingin diberi efek shadow, lalu beri warna menjadi hitam 60-90%
  2. Duplicate lagi (2), lalu ubah warna objek hasil duplikat menjadi sama dengan warna background dan posisikan objek berada dibawah (tekan page down)
  3. Geser objek hasil duplikat (2) ke arah sesuai arah shadow yang kamu inginkan 
  4. Select kedua objek tersebut, lalu
  5. Klik "Ekstension > Generate from path > Interpolate"
  6. Atur nilai interpolate, pastikan hasilnya seperti gambar dibawah
  7. Hasil akhir dari interpolate adalah kumpulan objek yang tergroup dengan jumlah banyak sesuai dengan nilai interpolation steps, dan memiliki warna gradasi dari hitam ke objek yang ada dibawahnya.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas


5. Tidak boleh ada efek Blur
Kamu juga tidak boleh menggunakan efek blur yang ada pada menu "Filters > Blurs". Alasannya juga sama, hasil akhir vector epsnya kalau dibuka di Adobe Illustrator objek yang diberi efek blur akan normal tanpa blur, atau bisa jadi blurnya akan menjadi bitmap.
Alternatifnya mungkin kamu bisa bereksperimen sendiri mencari teknik lain, dengan jalan berbeda tapi hasilnya seperti blur. Teknik blend diatas saya rasa juga mirip seperti blur. :).

6. Tidak boleh ada efek Mesh Fill
Efek mesh fill memungkinan kita membuat karya vector menjadi lebih realis, dengan memberikan banyak node pada satu objek dan menambahkan node-node tersebut warna-warna. Menu ini bisa kamu temukan pada Object > Fill and Stroke di inkscape versi 0.92 kalau di versi 0.91 menu mesh fill tidak ada. Namun sayang kamu belum bisa menggunakan fitur mesh fill ini untuk dibawa ke ekstensi eps. Lagi-lagi Alasannya juga sama, hasil akhir vector epsnya kalau dibuka di Adobe Illustrator objek yang diberi efek mesh fill akan normal menjadi warna solid, atau bisa jadi objek dengan mesh fillnya akan menjadi bitmap.

7. Tidak boleh ada efek Pattern Fill
Kamu tidak bisa menggunakan efek patten fill yang ada pada inkscape, menu ini bisa kamu temukan pada Object > Fill and Stroke. Karena efek patern pada inkscape tidak bisa diexpand, hasilnya jika kamu tetap mencoba efek pattern fill ini, hasil akhir epsnya kalau dibuka di Adobe Illustrator objek yang diberi efek pattern fill tersebut akan kembali menjadi objek normal tanpa pattern.

8. Dan efek-efek lainnya
Intinya efek yang dimiliki dari setiap software vector itu mengikat langsung dengan softwarenya. Kalau kamu buat efek shadow di inkscape, dia akan terlihat sama jika file tersebut juga dibuka di inkscape, kalau di buka di coreldraw efeknya akan hilang atau bisa jadi hancur. Begitu sebaliknya dan juga efek-efek lainnya.
Jadi efek-efek yang dibuat untuk mempercantik desain atau karya kamu, tidak harus menggunakan fitur efek yang ada pada softwarenya langsung. Kamu bisa gunakan alternatif atau jalan lain dengan hasil akhir yang sama tapi tetap mengutamakan kemurnian vector agar hasil akhir eps tetap bisa terbuka dengan semestinya di berbagai macam software. Seperti alternatif efek Transparansi dan Drop Shadow diatas.

9. Ukuran file tidak boleh diatas 15MB
Hasil akhir eps vector dari karya kamu harus dibawah 15MB, sebelum mengeceknya kamu perlu tahu cara mempersiapkan file *.EPS pada Inkscape. Berikut caranya :


Persiapan upload

Persiapan 1 : Save Eps
Ekstensi *.EPS bawaan inkscape tidak begitu baik, karena pada saat file eps tersebut dibuka di adobe illustrator, artboard dan layer yang telah dibuat tidak terbawa / tidak terbaca. Maka kamu perlu gunakan ekstensi tambahan, yaitu ekstensi "Eps AI Compatible". Namun sayang ekstensi tambahan ini benar-benar berfungsi di inkscape 0.91, tidak berfungsi baik jika di inkscape 0.92.

Unduh file ekstensi tambahan di link berikut : http://primandras.Hu/inkscape-ai-compatible-eps-exporter/ (Thanks to : Prim AndrĂ¡s)

Sebelumnya tutup terlebih dahulu inkscapenya.
Buka dan ekstrak filenya di : C:\program files\inkscape\share\extensions
(ini bisa berbeda sesuai dengan dimana kamu telah menginstal software inkscape.
Setelah ekstensi tambahan terpasang, buka kembali karya vector kamu pada inkscape, lalu
  1. Klik "File"
  2. Klik "Save As"
  3. Pilih lokasi penyimpanan
  4. Masukkan nama file
  5. Dan pilih ekstensi "Encapsulated PostScript - AI compatible (*.eps)"
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Persiapan 2 : Save Jpg
Setelah berhasil membuat karya dalam ekstensi *.EPS, kamu juga perlu menyiapkan file preview berupa file bitmap *.JPG. Namun sayang, Inkscape juga belum support banyak ekstensi bitmap, hanya mampu export dengan ekstensi *.PNG, jadi kamu perlu merubahnya menjadi *.JPG dengan bantuan software lain. Kalau kamu pengguna windows, kamu bisa gunakan Paint.
Berikut langkah-langkahnya :

  1. Klik "File"
  2. Klik "Ekspor PNG Image"
  3. Masukan resolusi 5000px x5000px pada menu Image size
  4. Filename, klik Ekspor As untuk memilih lokasi penyimpanan juga nama file png
  5. Setelah itu klik Export
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas
Setelah file PNG didapat ubah menjadi JPG, disini saya menggunakan Microsoft Paint. Cari dimana file hasil export PNG, dan :
  1. Klik kanan pada file PNG
  2. Klik "Open with"
  3. Dan pilih "Paint"
  4. Klik "File" pada menu Paint
  5. Klik "Save As"
  6. Dan pilih format "JPEG picture"
  7. Save
  8. Dan terakhir hapus hasil export yang masih PNG
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Persiapan 3 : buat nama file yang sama
Setelah mengubah PNG ke JPG, kini kamu berhasil memiliki file vector *.EPS dan bitmap preview *.JPG. Selanjutnya kamu harus merename atau menggunakan nama yang sama persis pada kedua file *.EPS dan *.JPG. Ini merupakan aturan di hampir setiap agensi microstock.
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Selamat, kamu sudah memiliki satu karya (eps & jpg) yang siap diupload di agen-agen microstock
Klik Untuk Perbesar Jika Gambar Kurang jelas

Note : Kalau ada beberapa cara yang belum terjabarkan di posting ini, kamu bisa melihat versi video berikut :

0 Response to "Membuat Vector Yang Diterima Shutterstock dan Agen Microstock Lainya - Bermicrostock dengan Inkscape"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel